Kata siapa untuk menciptakan warna-warna spesial seperti warna patina, dibutuhkan teknik woodworking yang tinggi? Kini dengan hadirnya beragam HPL warna patina, kita bahkan bisa membuat sebuah mebel MDF hadir dengan warna unik tersebut. Yang harus diperhatikan hanyalah lem atau adhesive yang digunakan.

Kelebihan dan Kekurangan

Pada beberapa kesempatan sebelumnya, kita telah membahas mengenai finishing patina. Tipe finishing yang menampilkan warna teroksidasi ini memang menawan. Tapi teknik untuk menghasilkannya membutuhkan beberapa kali pelapisan finishing. Tapi kini, kita bisa mewujudkan mebel patina hanya dengan sekali langkah saja menggunakan High Pressure Laminate atau HPL.

HPL sebagaimana yang kita tahu adalah pelapis sintetis yang tersedia dalam berbagai warna. Bila dibandingkan dengan cara konvensional, pengaplikasian warna patina menggunakan pelapis ini memberikan poin-poin kelebihan dan kekurangannya tersendiri, yakni:

Keunggulan

CS BahanPerekat

1. Memungkinkan kayu olahan seperti Medium Density Fiberboard dan lainnya tampil dengan warna patina. Selama ini berbagai kayu olahan sangat sulit difinish dengan cara konvensional menggunakan cat karena porositasnya yang tinggi.
2. Karena HPL biasa diaplikasikan pada kayu olahan, tersedianya HPL warna patina memungkinkan kita mewujudkan mebel patina dengan biaya lebih murah. Sebab sebagaimana yang kita tahu, harga kayu olahan jauh lebih murah dibanding kayu solid.
3. Cara aplikasi yang jauh lebih cepat dan lebih mudah untuk dilakukan
4. Perlengkapan yang dibutuhkan lebih sedikit
5. Ada banyak sekali tipe atau varian warna patina yang bisa dipilih

Kekurangan

1. Secara estetik, keindahannya tetap belum sepadan dengan keindahan hasil finishing menggunakan cat
2. Meskipun cara untuk memasangkan HPL mudah dilakukan, namun bila kita ingin hasil yang benar-benar rapi dibutuhkan usaha yang lebih keras. Misalnya, terkait dengan masalah pemotongan HPL yang memang agak sulit dilakukan
3. HPL dengan warna patina bukan termasuk varian yang banyak tersedia.
Finishing HPL Warna Patina Butuh Lem Berkualitas
Seperti dijelaskan di atas, salah satu kelebihan aplikasi HPL warna patina adalah proses pengaplikasiannya yang mudah dilakukan. Pada teknik finishing menggunakan cat, warna patina baru bisa dihasilkan apabila dilakukan beberapa kali “pelapisan” yakni:

1. Aplikasi sealer
2. Aplikasi beberapa warna secara bergantian
3. Aplikasi top coat atau coating akhir

Sedangkan bila kita menggunakan HPL warna patina, kita cukup melakukannya sekali saja. Hanya, karena HPL adalah sebuah lembaran pelapis, teknik pengaplikasiannya membutuhkan bahan perekat atau adhesive. Perekat yang dibutuhkan pertama-tama haruslah perekat yang cocok dipakai untuk High Pressure Laminate. Barulah setelah itu, kita perhatikan faktor lainnya seperti daya rekat hingga ketahanan.

Di bahanperekat.com, lem yang kami sarankan untuk kebutuhan ini adalah Eva Phaethon. Eva Phaethon adalah lem berbahan dasar ethylene vinyl acetate water based yang sangat kuat, tahan lama, dan mudah digunakan. Eva Phaethon akan merekatkan HPL pada medianya dengan kuat meski memiliki karakter sangat berbeda.

Aplikasi HPL warna patina dengan Eva Phaethon bisa dilakukan dengan cara:

1. Mempersiapkan media (membersihkannya dan mengeringkannya)
2. Mengukur media dan bagian sisinya
3. Memotong HPL serta edging sesuai dengan luas media dan sisinya
4. Mengaplikasikan Eva Phaethon secara merata
5. Merekatkan HPL pada medianya
6. Menunggu lem hingga kering
7. Mengulangi langkah yang sama untuk pengaplikasian edging di bagian sisi kayu

Mudah bukan? Bagi Anda yang tertarik mengaplikasikan HPL warna patina dengan Eva Phaethon, silahkan hubungi lebih lanjut kontak CS kami untuk keterangan menarik lainnya.

Semoga bermanfaat!

CS BahanPerekat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here